Menkop: Sinergi MES dan Kopdes Sektor Riil Jadi Prioritas Pembangunan Ekonomi Syariah

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 11 April 2026 | 14:06 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)

SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat dengan program strategis nasional yaitu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih

Menurutnya, arah pengembangan ekonomi syariah harus lebih fokus pada sektor riil agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. 

"Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus ke sektor riil. Salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih, yang perlu terus didorong menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa" kata Ferry dalam Talkshow MES Jabar yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK, Sabtu, 11 April 2026.

Ketua Harian MES Nasional ini menilai, keberhasilan MES dalam periode 25 tahun  lalu terutama pengembangan ekonomi syariah dan industri halal, menjadi modal besar untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi. 

Dengan potensi market domestik yang sangat besar karena populasi muslim terbesar di dunia, seharusnya dapat menjadi batu loncatan bagi MES lebih berkembang lagi untuk periode 25 tahun ke depan.

"Sekarang yang diperlukan adalah ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan dari badan usaha, pemerintah, masyarakat dan komunitas. Harapan kami, sektor riil menjadi catatan utama dan menjadi program MES Jawa Barat dan juga menjadi prioritas bagi MES Nasional," tegasnya.  

Dalam konteks tersebut, Kopdes dipandang sebagai instrumen strategis yang dapat dikolaborasikan dengan MES Nasional. Karena, Kopdes memiliki berbagai gerai yang langsung menyentuh sektor riil.

Saat ini, Kopdes  yang telah memiliki bangunan fisik dan siap beroperasi, sekitar 4.200 unit dan sekitar 32.000 unit sedang dibangun 

"Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi bagian dari integrasi ekosistem ekonomi syariah sebab di dalamnya ada usaha pembiayaan mikro, gerai ritel modern, klinik, apotek dan lain sebagainya yang bisa disinergikan bersama," ucapnya. .

Ferry menyampaikan, Kopdes memiliki tiga fungsi utama yaitu menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat termasuk barang subsidi pemerintah, menjadi offtaker produk desa, serta menyalurkan program pemerintah pusat. Dengan fungsi ini, koperasi diyakini mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung program nasional.  

Dengan ketiga fungsi tersebut, Ferry mendorong MES Jawa Barat terlibat aktif bersinergi dengan Kopdes melalui penguatan pembiayaan mikro dan juga mengisi gerai ritel modern dengan produk-produk yang dihasilkan masyarakat desa. 

Ia memastikan, Kopdes siap menampung seluruh produk masyarakat untuk didistribusikan melalui Koperasi setelah dikurasi dan diinkubasi. Integrasi antara Kopdes dan ekonomi syariah akan membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat. Produk-produk desa dapat dipasarkan secara lebih luas dengan dukungan pembiayaan syariah yang produktif.  

Selain itu, Ferry mendorong agar lembaga pembiayaan mikro berbasis syariah dapat diterapkan di koperasi desa dengan dibantu prosesnya melalui MES Jawa Barat. Hal ini akan memperkuat akses permodalan bagi UMKM dan industri kecil terutama di Jawa Barat.  

"Kami berharap perbankan syariah di Jawa Barat membuat model pembiayaan mikro yang bisa digunakan koperasi desa. Dengan begitu, kegiatan ekonomi riil bisa tumbuh berkelanjutan," tandasnya.  

BERITALAINNYA
BERITATERKINI