Pejabat Senior Iran Berselisih soal Komposisi Tim Negosiasi Jelang Perundingan dengan AS
SinPo.id - Menjelang perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Jumat 10 April 2026, muncul perbedaan pandangan di kalangan pejabat senior Iran terkait komposisi tim negosiasi. Laporan Iran International menyebutkan bahwa Panglima IRGC Ahmad Vahidi berusaha membatasi kewenangan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Menurut media Iran, delegasi akan tetap dipimpin oleh Ghalibaf. Namun, Vahidi mendorong agar Mohammad Bagher Zolghadr, yang baru diangkat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional akibat tekanan IRGC, dimasukkan ke dalam tim. Usulan ini ditolak oleh sebagian anggota tim karena menilai Zolghadr kurang berpengalaman dalam negosiasi strategis.
Selain itu, IRGC menegaskan agar delegasi menolak membicarakan program misil Iran dalam perundingan. Sikap keras ini menambah ketegangan internal menjelang pembicaraan yang disebut sebagai pertemuan tingkat tinggi AS-Iran pertama sejak Revolusi Islam 1979.
Di sisi lain, Ghalibaf menegaskan bahwa gencatan senjata yang menjadi dasar perundingan juga mencakup Lebanon, meski Israel dan AS membantah hal tersebut. Presiden AS Donald Trump bahkan menuduh Iran gagal memenuhi komitmen membuka kembali Selat Hormuz. “Itu bukan kesepakatan yang kita buat!” tulis Trump di Truth Social.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance berangkat ke Pakistan dengan mandat langsung dari Trump. “Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu siap mengulurkan tangan terbuka,” kata Vance sebelum keberangkatan.