Netanyahu Dihujani Kritik, Spektrum Politik Israel Kompak Desak Lanjutkan Serangan ke Iran

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 | 03:31 WIB
Benyamin Netanyahu (wikipedia)
Benyamin Netanyahu (wikipedia)

SinPo.id -  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kritik tajam dari seluruh spektrum politik Israel terkait keputusannya tidak melanjutkan serangan terhadap Iran setelah diumumkannya gencatan senjata dua pekan oleh Presiden AS Donald Trump.

Zvika Fogel, anggota koalisi dari Partai Kekuatan Yahudi, menulis di X (sebelum dihapus): “Donald, kau pengecut seperti bebek,” merujuk pada keputusan Trump menghentikan perang. Meski berasal dari kubu sayap kanan, sikap Fogel mencerminkan konsensus luas di politik Israel: perang harus dilanjutkan.

Pemimpin oposisi Yair Lapid menuduh Netanyahu gagal total. “Netanyahu akan mencoba menjual bahwa pertempuran di Iran adalah sukses, tapi itu kebohongan. Setelah enam minggu, ternyata Netanyahu tidak bisa memenangkan satu pun pertempuran,” ujarnya.

Dari kubu kiri, Ketua Partai Demokrat Yair Golan menilai Netanyahu justru memperkuat “poros kejahatan” dan membuat Iran keluar dengan keunggulan strategis. “Netanyahu telah membuktikan bahwa ia berbahaya bagi keamanan Israel dan tidak layak memimpin satu hari pun lagi,” tegasnya.

Kritik lintas partai ini muncul di tengah dukungan publik yang masif terhadap perang. Survei pada Maret menunjukkan 93% warga Yahudi Israel mendukung agresi terhadap Iran, dengan mayoritas menginginkan operasi berlanjut hingga semua tujuan militer tercapai.

Meski gencatan senjata diumumkan, Israel tetap melanjutkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon, menewaskan sekitar 300 orang dan menghancurkan kawasan permukiman di Beirut. Hal ini memperlihatkan dorongan kuat dari elite politik dan masyarakat Israel untuk mempertahankan momentum perang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI