Trump Ancam 'Hancurkan Total' Iran Jika Perundingan Damai Gagal
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang perundingan damai di Islamabad, Pakistan. Dalam wawancara dengan New York Post pada Jumat 10 April 2026, Trump menegaskan bahwa jika pembicaraan gagal, ia siap melancarkan serangan militer dengan skala lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.
“Kami sedang mempersiapkan kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat—bahkan lebih baik dari sebelumnya, dan kami pernah menghancurkan mereka,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Jika tidak ada kesepakatan, kami akan menggunakannya, dan kami akan menggunakannya dengan sangat efektif.”
Ancaman ini muncul hanya beberapa jam setelah Wakil Presiden JD Vance berangkat ke Islamabad menggunakan Air Force Two. Vance ditugaskan Trump bersama Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk memimpin negosiasi dengan delegasi Iran sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir.
Sebelum berangkat, Vance menyampaikan optimismenya. “Kami menantikan negosiasi. Saya pikir ini akan positif. Jika pihak Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu siap mengulurkan tangan. Namun jika mereka mencoba mempermainkan kami, tim negosiasi tidak akan begitu menerima,” katanya.
Trump menegaskan bahwa hasil perundingan akan segera diketahui. “Kami akan tahu dalam waktu sekitar 24 jam,” ujarnya. Hal ini membuka kemungkinan serangan baru pada akhir pekan jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Ketegangan ini terjadi di tengah dampak ekonomi yang signifikan. Harga bensin di AS melonjak hingga rata-rata 4,16 dolar per galon, jauh di atas harga sebelum perang yang berada di bawah 3 dolar. Lonjakan harga dipicu oleh terganggunya jalur perdagangan di Selat Hormuz, yang ditutup Iran setelah serangan militer AS.
Dalam perundingan, isu utama yang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial serta penyerahan 1.000 pon uranium yang diperkaya oleh Iran.
