Polda Riau Gandeng Polis Malaysia Tangani Narkotika hingga Terorisme
SinPo.id - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melakukan rangkaian kunjungan kerja strategis ke Malaysia dalam upaya memperkuat kolaborasi penanganan kejahatan lintas negara, khususnya narkotika, terorisme, dan kejahatan transnasional lainnya yang melibatkan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Dalam agenda yang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 tersebut, Kapolda Riau bertemu langsung dengan sejumlah satuan elit Polis Diraja Malaysia, mulai dari Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, hingga Ketua Polis Melaka.
Kapolda Riau didampingi sejumlah pejabat utama Polda Riau, antara lain Dirreskrimum Kombes Pol Hasyim Risahondua, Dirintelkam Kombes Wimboko, Dirreskrimsus Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Dirresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira, serta Karo SDM Kombes Boy J. Situmorang.
Turut hadir pula Brigjen Tubagus Ami Prindani dari Densus 88 AT Polri dan Kombes Sunadi selaku Kasatgaswil Riau.
Pertemuan pertama dilakukan dengan JSJN Malaysia yang dipimpin DCP Mat Zani Mohd Salahuddin Che Ali bersama jajaran, yang dihadiri SAC Jasmirol Jamaluddin, SAC Mohd Afzanizam Yahaya, ACP Hairy Ramlan, Supt Saravanan, serta ASP Suresh Elumalai, membahas penguatan kerja sama dalam penanganan tindak pidana narkotika, termasuk pertukaran informasi intelijen dan analisa nomor telepon lintas negara.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Kapolda Riau, Kamis, April 2026.
Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih efektif.
Pada hari yang sama, Kapolda Riau juga melakukan pertemuan dengan Special Branch E3 Malaysia yang membahas isu strategis lintas negara, mulai dari narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia (people smuggling). Jalur masuk ilegal, termasuk wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama kedua negara.
Dalam forum tersebut, Irjen Herry menegaskan bahwa penanganan narkotika menjadi prioritas utama, mengingat sebagian besar jalur masuk narkotika ke wilayah Riau berasal dari luar negeri.
“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” tegasnya.
Selain isu kriminalitas, pembahasan juga mencakup isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Polda Riau sendiri telah melakukan langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap puluhan pelaku pembakaran hutan.
Kapolda bahkan mengundang pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama guna melihat langsung kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.
Rangkaian kunjungan juga diisi dengan silaturahmi bersama Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing, yang membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.
Selanjutnya, Kapolda Riau bertemu dengan unit counter terrorism E8 Malaysia yang mengungkap adanya fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan game online.
Kedua pihak sepakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi dini potensi ancaman tersebut.
“Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” katanya.
Puncak kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama Ketua Polis Melaka DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama keamanan, termasuk dalam penanganan karhutla, terorisme, dan kejahatan lintas negara lainnya.
Lukusan Akpol 1996 in juga menekankan kedekatan historis dan budaya antara Riau dan Melaka sebagai modal sosial dalam membangun kolaborasi yang lebih erat.
“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi bersama terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan berdampak lintas wilayah, termasuk ke Malaysia.
Melalui rangkaian pertemuan ini, Kapolda Riau menegaskan komitmen untuk mendorong terbentuknya sistem kerja sama yang lebih terintegrasi, mulai dari joint intelligence sharing, patroli bersama, hingga pelatihan lintas negara.
“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan, demi menjaga keamanan kawasan dan melindungi masyarakat di kedua negara,” tutupnya.
