Bahlil: Pemerintah Intens Komunikasi dengan Iran, 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 09 April 2026 | 00:13 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (SinPo.id/ Dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (SinPo.id/ Dok. ESDM)

SinPo.id -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Iran terkait dua kapal milik Pertamina yang belum dapat melintasi Selat Hormuz. Hal ini terjadi meski Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu ke depan.

“Lagi dilakukan komunikasi yang intens terkait dengan dua kapal itu, insya Allah doain bisa cepat,” ujar Bahlil dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu 8 April 2026 malam.

Menurut Bahlil, jeda dua minggu dari eskalasi konflik di Timur Tengah diharapkan memberi ruang bagi penyelesaian masalah yang dihadapi kapal Pertamina. Ia menegaskan, Indonesia tidak pernah mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah, melainkan hanya crude oil (minyak mentah).

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude itu sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara, seperti Angola, Nigeria, Amerika, dan lainnya. Jadi insya Allah aman,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) mengupayakan agar dua kapal miliknya yang berada di Teluk Arab dapat segera melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride yang mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri, serta Gamsunoro yang melayani kargo konsumen.

“Dua kapal milik PIS yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” kata Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangannya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI