Intelijen Korea Selatan: Korea Utara Jaga Jarak dari Iran Demi Dekati AS
SinPo.id - Intelijen Korea Selatan (Korsel) meyakini negara tetangganya Korea Utara (Korut) telah menjauhkan diri dari mitra lamanya, Iran, dengan harapan dapat membentuk hubungan baru dengan Amerika Serikat.
"Dinas Intelijen Nasional Seoul (NIS) tidak melihat tanda-tanda bahwa Korea Utara telah mengirimkan senjata atau pasokan ke Teheran sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari," kata anggota parlemen Park Sun-won, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 7 April 2026.
Menurut NIS, sekutu Iran lainnya, China dan Rusia, sering mengeluarkan pernyataan tentang perang AS-Israel terhadap Iran. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Korea Utara baru mengeluarkan dua pernyataan yang lebih lunak sejauh ini.
Meskipun Pyongyang mengutuk serangan AS dan Israel terhadap, mereka tidak mengeluarkan ucapan belasungkawa publik setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei atau mengirimkan pesan ucapan selamat ketika putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikannya.
"Badan intelijen tersebut mengatakan Pyongyang kemungkinan besar mengadopsi pendekatan hati-hati ini untuk memposisikannya pada babak diplomatik baru dengan AS setelah konflik Timur Tengah mereda," ungkap Park.
