Komisi XI DPR Soroti Tambahan Beban APBN di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic (SinPo.id/ eMedia DPR RI)
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic (SinPo.id/ eMedia DPR RI)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic, menyoroti potensi tambahan beban APBN di tengah meningkatnya harga minyak dunia. Menurutnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, perlu menjelaskan kemampuan fiskal dalam menghadapi lonjakan subsidi energi.

Pasalnya, tambahan beban APBN tersebut berpotensi membuat Kementerian Keuangan harus menambah belanja hingga Rp204 triliun khusus untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun.

“Kalau harga minyak dunia rata-rata 100 per barel, tadi Pak Menteri mengatakan fiskal kita masih kuat. Nah, kalau kita menggunakan APBN per dolar itu kan menambah subsidi atau biaya 6,8 triliunan. Betul ya?" Kata Dolfie, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

"Dikali dengan asumsi 70 kurang 100, 100 kurang 70 berarti kan 30 kali 6,8, jatuhnya 204 triliun. Di akhir tahun kita perlu menambah belanja, uang belanja 204 triliun khusus untuk subsidi BBM,” imbuhnya.

Ia menilai, kondisi tersebut harus diantisipasi secara matang terutama terkait dengan ruang fiskal yang tersedia dalam APBN. Sehingga perlu dijelaskan secara transparan sumber pembiayaan tambahan tersebut kepada publik.

Meski demikian, kata Dolfie, kebutuhan tambahan anggaran untuk subsidi BBM tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola. Namun, transparansi tetap menjadi kunci agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah dinamika ekonomi global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI