Serangan Rudal Iran di Haifa: 4 Terluka, 4 Diduga Tertimbun Reruntuhan
SinPo.id - Empat orang dilaporkan terluka, satu di antaranya dalam kondisi serius, setelah sebuah rudal balistik Iran menghantam bangunan hunian di Haifa, Israel utara, Minggu 5 April 2026. Tim penyelamat menyebut empat orang lainnya masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan, termasuk dua lansia dan seorang anak.
Menurut layanan darurat Magen David Adom, seorang pria berusia 82 tahun mengalami luka serius, sementara tiga lainnya mengalami luka ringan akibat ledakan dan serpihan. Selain itu, empat orang dirawat karena mengalami kecemasan akut.
Petugas pemadam kebakaran menyatakan bangunan yang terkena hantaman langsung berada dalam risiko tinggi runtuh setelah kebakaran terjadi di lokasi. “Kami melakukan pencarian dalam kondisi kompleks karena kemungkinan adanya korban yang terjebak,” ujar pejabat Dinas Pemadam Kebakaran.
Komisioner Polisi Israel, Danny Levy, mengatakan: “Tim penyelamat memfokuskan semua upaya pada empat orang yang diduga berada di sini, menggunakan semua cara yang kami miliki.” Ia menambahkan bahwa hulu ledak rudal mungkin tidak meledak saat benturan. “Karena itu kami mengevakuasi beberapa bangunan, agar jika rudal meledak, tidak ada yang terluka. Tim penjinak bom kami sedang menangani hal ini,” jelasnya.
Militer Israel menyebut rudal tersebut membawa hulu ledak konvensional dan upaya pencegatan gagal dilakukan. Serangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya serangan roket dan drone oleh Hizbullah di wilayah utara Israel.
Di kota Deir al-Asad, enam orang mengalami luka ringan akibat serangan roket Hizbullah, sementara beberapa lainnya dirawat karena trauma. Hizbullah, yang didukung Iran, disebut telah menembakkan ratusan roket setiap hari sejak bergabung dalam konflik bulan lalu.
Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan pasukan Israel tidak akan meninggalkan Lebanon selatan hingga ancaman Hizbullah benar-benar dihapus. “Kami akan tetap berada di garis pertahanan ini selama diperlukan. Tujuan utama kami adalah melucuti Hizbullah,” katanya.
Sejak eskalasi perang dengan Iran, IDF mengklaim telah menewaskan sekitar 1.000 anggota Hizbullah dan menghancurkan lebih dari 3.500 target di Lebanon, termasuk pusat komando, gudang senjata, serta peluncur roket dan rudal.
