Mentan Klaim Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 05 April 2026 | 20:38 WIB
Mentan Amran Sulaiman. (SinPo.id/dok. Kementan)
Mentan Amran Sulaiman. (SinPo.id/dok. Kementan)

SinPo.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan beras pemerintah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, di tengah dinamika global seperti gejolak di Timur Tengah.

Saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama jajaran Perum Bulog di Makassar, Minggu, 5 April 2026.  Amran menyebut stok beras nasional saat ini berada di kisaran 4,5 juta ton.

“Sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, nggak usah diragukan,” kata Amran.dalam keterangannya, Minggu 5 April 2026.

Dia menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman. Bahkan, pemerintah memperkirakan stok akan terus meningkat dalam waktu dekat.

“Dalam 10 hari, 20 hari, stok sudah 5 juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton,” ujarnya.

Amran menjelaskan lonjakan cadangan beras merupakan hasil kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat. Sejumlah kebijakan tersebut antara lain penetapan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi, serta transformasi pertanian modern.

Menurut dia, kebijakan tersebut dijalankan sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada percepatan swasembada pangan.

“Program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu singkat, hanya satu tahun,” kata Amran.

Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, terutama di Sulawesi Selatan yang kini mencapai 761 ribu ton, lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

“Dulu itu 300 ribu ton, hari ini 761 ribu ton, dua kali lipat,” ujarnya.

Amran memastikan kondisi stok tersebut telah diverifikasi langsung melalui pengecekan lapangan. Ia menegaskan gudang-gudang penyimpanan dalam kondisi penuh.

“Kami lihat truk, kami lihat gudang paling belakang, ini semua penuh,” kata dia.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan beras nasional tetap terjaga dalam jangka menengah. Amran memperkirakan stok yang ada, ditambah cadangan sektor horeka dan potensi panen, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI