Jawab Kritik JK, Stafsus Wapres: WFH Ini Langkah Taktis Jangka Pendek
SinPo.id - Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto mengatakan, masukan dari mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) yang menyebut kebijakan Work From Home (WFH) tidak akan berdampak jauh dalam menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), akan menjadi catatan penting bagi pemerintah.
"WFH ini murni langkah taktis jangka pendek, sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik," kata Nico dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.
Nico menjelaskan, solusi fundamental pemerintah sesungguhnya ada pada transisi energi dalam jangka menengah dan panjang. Seperti mempercepat ekosistem kendaraan listrik, transisi bioenergi B50, hingga memperkuat infrastruktur dan produksi BBM domestik.
"Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional, sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan," kata Nico.
Tina Talisa, yang juga Stafsus Wapres Gibran menambahkan, saat ini dunia menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Asia Barat, yang sudah berlangsung lebih dari sebulan. Ketegangan itu berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia, utamanya sektor energi.
"Pemerintah terus memantau perkembangan ini dan mengambil langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif," kata Tina.
Tina memastikan, pemerintah menghormati berbagai pandangan yang berkembang terkait Transformasi Budaya Kerja Nasional yang diterapkan mulai 1 April 2026. WFH bukan berarti berhenti bekerja atau beristirahat, melainkan penyesuaian cara kerja agar tetap produktif dalam situasi yang dinamis.
"Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa layanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, meskipun sebagian dilakukan secara jarak jauh. Yang berubah adalah cara kerja, bukan komitmen pelayanan," ujarnya.
Ia melanjutkan, layanan publik tetap menjadi prioritas utama dan tidak dikurangi. Sektor-sektor yang memang harus hadir secara langsung, seperti tenaga kesehatan, layanan darurat, transportasi, serta pelayanan publik tatap muka, tetap beroperasi penuh.
Menurut Tina, dari sisi energi, WFH memberikan manfaat. Antara lain, berkurangnya mobilitas harian, terutama perjalanan pergi-pulang kerja di kota-kota besar, berkontribusi pada efisiensi konsumsi BBM.
"Memang ada pergeseran konsumsi ke rumah tangga, namun secara keseluruhan, dengan pengaturan yang tepat, efisiensi tetap dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas," ungkapnya.
Bagi dia, ini merupakan bagian dari proses adaptasi berkelanjutan. Setelah lebih dari satu bulan mencermati dinamika global yang masih berlangsung, pemerintah memilih pendekatan yang seimbang: menjaga layanan tetap optimal, mengelola sumber daya secara efisien, dan memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan.

