Bomber Strategis B-52 AS Mulai Beroperasi di Atas Iran
SinPo.id - Pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) kini resmi beroperasi di wilayah udara Iran dalam rangka mendukung Operasi Epic Fury, menurut pernyataan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine.
“Dengan meningkatnya superioritas udara, kami berhasil memulai misi B-52 pertama di atas wilayah Iran,” ujar Caine dalam konferensi pers Departemen Pertahanan pekan ini.
Awalnya, keberadaan sistem pertahanan udara Iran membuat Angkatan Udara berhati-hati menggunakan bomber besar ini secara langsung di atas Iran. Sebelumnya, B-52 hanya mengandalkan senjata jarak jauh (stand-off munitions) yang ditembakkan dari luar wilayah udara Iran. Namun, setelah AS bersama Angkatan Udara Israel berhasil memperkuat dominasi udara, B-52 kini dapat beroperasi relatif bebas dan membawa muatan senjata besar langsung ke target.
“Superioritas udara yang meningkat memungkinkan kami, seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, untuk terus menekan musuh dan beralih ke target yang lebih dinamis, termasuk target bergerak di medan pertempuran,” tambah Caine.
Meski demikian, ancaman masih ada. Pekan lalu, sebuah rudal anti-pesawat jarak pendek Iran hampir mengenai jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS, yang selamat berkat keterampilan pilotnya.
Caine menegaskan, “Kami terus melakukan operasi terhadap fasilitas produksi rudal, drone, dan kapal milik Iran, serta melanjutkan tekanan multi-domain seperti yang sudah kami bahas.”
B-52 Stratofortress, yang pertama kali masuk dinas pada 1955, tetap menjadi tulang punggung armada pengebom strategis AS. Dengan kapasitas muatan hingga 31,500 kg bom dan senjata pintar, pesawat ini telah beroperasi lebih dari 70 tahun dan diperkirakan masih akan digunakan hingga melewati usia seabad berkat program modernisasi.