Serangan Iran Diduga Rusak Dua Pesawat Perang Elektronik Langka Milik AS

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 03 April 2026 | 01:02 WIB
Pesawat (pixabay)
Pesawat (pixabay)

SinPo.id -  Laporan terbaru menyebutkan serangan Iran, kemungkinan menggunakan rudal balistik, telah merusak dua pesawat perang elektronik langka milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), yakni EC-130H Compass Call, secara bersamaan.

Meski konfirmasi resmi masih menunggu, dua pesawat pengganti tipe terbaru EA-37B Compass Call sudah diberangkatkan dari Amerika Serikat menuju Timur Tengah. Langkah ini dianggap sebagai indikasi kuat bahwa laporan kerusakan memang benar adanya.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan, “Kami sedang menilai tingkat kerusakan. Jika terbukti serius, kemungkinan besar pesawat tersebut akan langsung dipensiunkan, bukan diperbaiki.”

Serangan dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, tempat kedua EC-130H itu ditempatkan. Dari total 14 unit EC-130H yang pernah dibuat, hanya sekitar dua hingga empat unit yang masih aktif. Artinya, serangan ini bisa saja merusak separuh atau bahkan seluruh armada yang tersisa.

EC-130H Compass Call, yang pertama kali terbang pada 1981 dan resmi bertugas sejak 1983, dirancang untuk menekan sistem pertahanan udara musuh, mengacaukan radar, serta menjamming komunikasi. Pesawat ini dioperasikan oleh 13 kru dan berbasis pada airframe C-130 Hercules.

Penggantinya, EA-37B Compass Call, kini sudah dalam tahap produksi dan perlahan mengambil alih tugas EC-130H. Namun, jumlah EA-37B yang tersedia masih terbatas, sehingga kehilangan dua unit EC-130H menjadi pukulan besar bagi kemampuan perang elektronik AS.

Kerusakan ini juga berdampak langsung pada Operasi Epic Fury, karena untuk sementara misi perang elektronik harus ditanggung oleh platform lain hingga pengganti tiba.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI