Golkar Dukung Pemerintah Ambil Langkah Tegas Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 01 April 2026 | 20:29 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (SinPo.id/ EMediaDPR)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (SinPo.id/ EMediaDPR)

SinPo.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendukung pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas atas gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel ke markas UNIFIL di Lebanon.

"Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," kata Doli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Doli, Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran terhadap hukum humaniter. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina dengan pelanggaran mencakup genosida, pendudukan ilegal hingga penggunaan kekuatan berlebihan.

"Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita," ucap Doli.

Doli juga mengajak DPR RI untuk serius mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih tegas serta terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mengakhiri perang.

"Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI," ucap Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.

Di sisi lain, Anggota Komisi II DPR RI ini mendorong pemerintah untuk mengevaluasi posisi Indonesia di Board of Peace (BoP). Sebab, serangan Israel yang merenggut nyawa prajurit TNI merupakan bentuk 'pengangkangan nyata' terhadap perdamaian yang menjadi nilai utama dalam BoP.

"Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian. Namun, di saat yang sama, mereka melakukan genosida, dan terus melakukan kampanye kekerasan ke mana-mana," katanya.

Lebih lanjut, Doli mengatakan korban serangan bukan hanya prajurit TNI, melainkan juga masa depan keluarga dan anak-anak mereka. Untuk itu, dia mendorong negara memberikan penghargaan bagi para prajurit yang gugur, termasuk anggota keluarganya.

"Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya," kata Doli.

Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, gugur akibat serangan Israel pada Minggu, 29 Maret 2026 dan Senin, 30 Maret 2026z Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI