Serang Prajurit TNI hingga Gugur, MPR Desak PBB Sanksi Israel

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:53 WIB
Bendera Setengah Tiang atas gugurnya pasukan perdamaian PBB (SinPo.id/Puspen TNI)
Bendera Setengah Tiang atas gugurnya pasukan perdamaian PBB (SinPo.id/Puspen TNI)

SinPo.id - MPR RI mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi ke Israel atas serangan ke sekitar UNIFIL hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur.

"MPR mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

MPR RI mengutuk keras serangan itu dan menyebut serangan berulang Israel merupakan tindakan yang 'sangat biadab' karena telah merenggut nyawa prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian.

"Pimpinan MPR RI dengan 732 anggota majelis mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putra terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian yang merupakan tugas dan tanggung jawab konstitusi dalam menjaga perdamaian di Lebanon selatan," ucapnya.

Muzani mengatakan para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa Indonesia yang mengabdikan diri atas mandat Dewan Keamanan PBB.

Oleh sebab itu, kata Muzani, MPR RI menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut.

"MPR menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugur dan terlukanya para prajurit TNI yang menjalankan tugas konstitusi dan mandat PBB di Lebanon selatan," kata Muzani.

MPR RI mengusulkan kepada pemerintah agar prajurit yang gugur diberikan penghargaan. Selain itu, MPR meminta agar pasukan Indonesia di Lebanon dapat ditarik dalam waktu dekat jika tidak ada jaminan keselamatan.

Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.

Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua prajurit lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan dua prajurit yang gugur itu adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara itu, dua prajurit yang terluka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI