MPR Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:39 WIB
MPR Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
MPR Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - MPR RI mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel di Lebanon hingga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, UNIFIL, gugur. 

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bahkan menyebut aksi Israel tersebut 'sangat biadab' karena telah merenggut nyawa prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian.

"Pimpinan MPR RI dengan 732 anggota majelis mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putra terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian yang merupakan tugas dan tanggung jawab konstitusi dalam menjaga perdamaian di Lebanon selatan," kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Dia mengatakan para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa Indonesia yang mengabdikan diri atas mandat Dewan Keamanan PBB. Oleh sebab itu, MPR RI menyampaikan bela sungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut.

"MPR RI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugur dan terlukanya para prajurit TNI yang menjalankan tugas konstitusi dan mandat PBB di Lebanon selatan," kata Muzani.

MPR RI mengusulkan kepada pemerintah agar prajurit yang gugur diberikan penghargaan. MPR juga meminta agar pasukan Indonesia di Lebanon dapat ditarik dalam waktu dekat jika tidak ada jaminan keselamatan.

Di sisi lain, MPR RI mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

Praka Farizal Rhomadhon, anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.

Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan dua prajurit yang gugur itu bernama Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Adapun dua prajurit yang terluka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI