Trump akan Minta Negara-Negara Arab Tanggung Biaya Perang AS Lawan Iran
SinPo.id - Juru Bicara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan presiden AS akan meminta negara-negara Arab untuk menanggung biaya perang AS melawan Iran, yang diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar.
Hal itu ia sampaikan merespons pertanyaan wartawan terkait dengan biaya perang, seperti ketika sekutu AS membantu mendanai intervensi Washington selama Perang Teluk pada tahun 1990.
“Saya pikir itu adalah sesuatu yang akan sangat diminati presiden untuk meminta mereka melakukannya (menanggung biaya perang),” kata Leavitt, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 31 Maret 2026.
“Saya tidak akan mendahului beliau dalam hal itu, tetapi tentu saja itu adalah ide yang saya tahu beliau miliki, dan sesuatu yang saya pikir akan lebih sering Anda dengar darinya," imbuhnya.
Para pejabat mengatakan kepada anggota Kongres AS dalam sidang rahasia bahwa enam hari pertama perang melawan Iran telah menelan biaya USD11,3 miliar.
Kemudian Pusat Studi Strategis dan Internasional memperkirakan bahwa angka tersebut meningkat menjadi USD16,5 miliar pada hari ke-12 konflik, dan jumlah tagihan tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi sekarang karena perang memasuki hari ke-31.
Gedung Putih juga telah meminta setidaknya USD200 miliar tambahan pengeluaran militer dari Kongres untuk membantu mendanai kampanye militer di Iran dan mengisi kembali persediaan amunisi Pentagon.
Diketahui, AS pernah memimpin koalisi global yang terdiri dari puluhan negara selama Perang Teluk untuk menangkis invasi Irak ke Kuwait atas permintaan AS dan beberapa negara tetangga Arabnya.
Sebagai balasannya, negara-negara di kawasan dan anggota koalisi, termasuk Jerman dan Jepang, mengumpulkan USD54 miliar (setara dengan USD134 miliar saat ini) untuk membantu membiayai keterlibatan AS.
Namun kali ini, AS dan Israel berperang dengan Iran secara sepihak tanpa melibatkan sekutu dan negara-negara regional mereka.
