Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Ikut Pasar, Subsidi Tunggu Keputusan Presiden

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 06:06 WIB
Petugas melakukan pengisian BBM non subsidi (SinPo.id/Agus Priatna)
Petugas melakukan pengisian BBM non subsidi (SinPo.id/Agus Priatna)

SinPo.id -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan maupun penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi akan selalu mengikuti mekanisme pasar. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM yang membedakan formula harga BBM untuk industri (nonsubsidi) dan nonindustri (subsidi).

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Definisi industri adalah bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampu. Selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, silakan. Tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka, dan tidak ada tanggungan negara sama sekali,” jelas Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Jepang, Senin 30 Maret 2026.

Sebagai informasi, Pertamina memproduksi BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51). Sementara BBM subsidi adalah Pertalite yang tetap Rp 10.000/liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800/liter.

Bahlil menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menjaga harga BBM subsidi agar tetap stabil. Ia menyebut keputusan terkait subsidi akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo. “Yang kita fokus itu adalah menyangkut subsidi. Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat. Insyaallah baik, nanti tunggu tanggal mainnya,” ujar Bahlil.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI