Israel Serang Infrastruktur Ekonomi Iran, Targetkan Gas dan Baja
SinPo.id - Sebuah jet tempur Angkatan Udara Israel terlihat di pusat Israel pada Minggu 29 Maret 2026, di tengah perang dengan Iran. Serangan terbaru mencakup infrastruktur gas utama di wilayah selatan Iran hampir dua pekan lalu, serta dua pabrik baja terbesar Iran pada Jumat. Menurut sumber keamanan, Israel menargetkan serangan tersebut untuk menimbulkan kerusakan ekonomi besar terhadap rezim Iran.
Secara tidak biasa, militer Israel (IDF) tidak memberikan komentar atas kedua serangan tersebut.
Tekanan dari AS
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menargetkan situs energi Iran, dengan memberikan tenggat waktu hingga 6 April bagi Iran untuk menyetujui proposal Amerika guna mengakhiri perang. Sebagai konsekuensi, Israel sepakat menangguhkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan beralih menyerang target ekonomi lain seperti pabrik baja.
The Times of Israel melaporkan bahwa serangan tambahan terhadap target ekonomi Iran sudah direncanakan oleh pertahanan Israel, dengan tujuan memperburuk kerusakan terhadap rezim.
Selat Hormuz Jadi Fokus
Selain serangan terhadap program nuklir Iran, AS juga memimpin upaya membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran global penting yang saat ini ditutup Iran dan memicu lonjakan harga minyak.
Menurut sumber pertahanan Israel, IDF telah memberikan intelijen kepada AS terkait Selat Hormuz dan pulau-pulau di sekitarnya, termasuk Pulau Kharg.
