PM Inggris Keir Starmer: Dampak Ekonomi Perang Iran Harus Ditangani Bersama
SinPo.id - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa penanganan dampak ekonomi dari perang Iran harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan dunia usaha. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan para pemimpin industri di Downing Street.
“Pemerintah tidak bisa melakukannya sendirian,” kata Starmer, dikutip dari Sky News pada Senin 30 Maret 2026
Pertemuan tersebut menghadirkan tokoh senior dari sektor energi, pelayaran, keuangan, dan asuransi, bersama pejabat pemerintah serta perwakilan militer, untuk membahas konsekuensi konflik terhadap perekonomian Inggris.
Sikap Inggris
Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan terlibat langsung dalam perang, namun akan tetap “membela kepentingan dan nyawa warga Inggris di kawasan” serta mendukung sekutu di Teluk.
Ia menambahkan bahwa Inggris sedang “mengerjakan rencana yang layak untuk Selat Hormuz,” jalur pelayaran global penting yang saat ini ditutup oleh Iran dan menyebabkan lonjakan harga minyak.
Gangguan di Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi, sehingga dunia usaha dan pembuat kebijakan terus memantau situasi.
Koalisi Internasional
Dalam diskusi meja bundar tersebut, para pemimpin perusahaan mendapat pembaruan mengenai keamanan maritim di kawasan Timur Tengah. Starmer juga menyampaikan bahwa ia telah “mengumpulkan semacam koalisi negara-negara dengan gagasan bahwa kita harus melakukan deeskalasi dan mencari jalan ke depan.”
Ketegangan regional terus meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
