Jaga Keselamatan Jemaah Umrah di Saudi, Kemenhaj Minta Travel Taat Aturan

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB
Tim Kemenhaj melakukan monitoring jemaah di Arab Saudi. (SinPo.id/dok. Kemenhaj)
Tim Kemenhaj melakukan monitoring jemaah di Arab Saudi. (SinPo.id/dok. Kemenhaj)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah RI terus memantau kondisi terkini pelaksanaan ibadah umrah, demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah, seiring perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.  

DirKemenhajnderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi yang berlaku bagi seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Hal ini menjadi krusial guna meminimalkan risiko serta memastikan respons yang cepat dan tepat apabila terjadi kondisi darurat atau perubahan situasi.

"Kami mengingatkan seluruh pihak, khususnya PPIU, untuk selalu taat pada aturan yang telah ditetapkan. Disiplin dalam menjalankan prosedur adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan jemaah, terutama di tengah situasi yang dinamis saat ini," kata Puji dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.

Dalam rangkaian monitoring di Arab Saudi, tim Kemenhaj meninjau langsung sejumlah lokasi vital. Mulai dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah hingga menjenguk jemaah umrah yang sedang dirawat di King Abdulaziz Hospital, Mekkah. 

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan terhadap jemaah yang berpotensi mengalami stranded di area penginapan kawasan Misfalah, Mekkah, untuk memastikan akomodasi dan pelayanan tetap berjalan optimal sesuai standar.

Pemerintah juga meminta agar PPIU berkoordinasi secara intensif dengan perwakilan pemerintah di Arab Saudi. Tujuannya supaya, setiap kendala atau kebutuhan mendesak dari jemaah dapat segera ditindaklanjuti tanpa hambatan.

Hingga saat ini, kondisi jemaah Indonesia dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta menjamin kelancaran ibadah sekaligus perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara yang berada di Tanah Suci. 

Selain itu, pemerintah memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air sesuai dengan 10 langkah mitigasi yang telah disepakati bersama lintas kementerian dan PPIU pada awal Maret lalu.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI