Legislator Paparkan Tiga Poin Strategis Hadapi Krisis Pangan Global

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 30 Maret 2026 | 09:39 WIB
Ilustrasi pedagang sedang memilah cabai (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi pedagang sedang memilah cabai (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono, memaparkan tiga poin strategis untuk memastikan pangan di Indonesia tetap aman dalam menghadapi ancaman krisis akibat konflik geopolitik yang terjadi si sejumlah negara.

Pertama, ia menekankan perlunya pemerintah Indonesia untuk memfokuskan ketersediaan pangan sebagai fondasi utama kedaulatan pangan, dalam menghadapi kondisi global saat ini.

“Cadangan pangan berupa beras yang sudah tembus 4 juta ton harus dijaga kualitas dan manajemen pengelolaannya,” kata Riyono, dalam keterangan persnya, dikutip Senin, 30 Maret 2026.

Kedua, perlunya perlindungan kepada petani sebagai produsen pangan utama dengan skema insentif harga produk pertanian yang baik. 

"Harga GKP dan jagung yang sudah baik harus tetap dipertahankan, kalau perlu ditambah dengan asuransi hasil pertanian karena menghadapi risiko kemarau panjang," ungkapnya.

Ketiga,menjaga politik anggaran sektor pertanian dan perikanan agar tidak dikenakan efisiensi. Riyono menegaskan anggaran pertanian sebesar Rp60 triliun jangan sampai dipotong. 

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan karena ketahanan pangan dan protein ada di sektor tersebut. Bahkan ia menilai anggarannya perlu ditambah untuk mengantisipasi krisis pangan dunia.

“Ketiga langkah di atas akan mampu melindungi Indonesia dari krisis pangan. Rakyat jangan sampai mendapatkan harga pangan mahal karena imbas perang dan ketidakpastian global ini," tuturnya.

"Tugas negara hadir dan memastikan pangan sampai ke meja makan rakyat di pedesaan dan pelosok terluar bangsa ini,” kata Riyono menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI