Politisi Jerman: AS Tak Punya Rencana Jelas, Iran Justru Makin Percaya Diri

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 29 Maret 2026 | 03:50 WIB
Ilustrasi perang (SinPo.id/AP)
Ilustrasi perang (SinPo.id/AP)

SinPo.id -  Wakil Ketua Parlemen Jerman, Omid Nouripour, mengeluarkan peringatan keras terkait konflik berskala penuh antara Iran dan koalisi Barat yang kini memasuki bulan kedua. Menurutnya, rezim Teheran masih memiliki banyak opsi eskalasi yang belum digunakan.

“Kapabilitas militer dan politik mereka belum habis,” ujar politisi Partai Hijau keturunan Iran itu dalam wawancara dengan surat kabar Neue Osnabrücker Zeitung.

Nouripour menekankan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk melumpuhkan perdagangan internasional melalui sekutunya di Yaman. “Mereka bisa menutup Selat Bab el-Mandeb, dan itu bukan hanya menghentikan pasokan minyak, tetapi juga menghentikan seluruh arus barang dari Asia Timur,” jelasnya. “Dengan begitu, mereka akan memperketat cengkeraman atas ekonomi global.”

Peringatan ini muncul di tengah eskalasi baru di lapangan. Militer Israel pada Sabtu pagi mengumumkan bahwa Yaman meluncurkan rudal ke arah Israel, serangan langsung pertama dari wilayah Yaman sejak konflik dimulai. Langkah ini menempatkan perdagangan bernilai triliunan dolar di Laut Merah dan Teluk Aden dalam risiko besar.

Nouripour juga mengkritik strategi Barat, khususnya Amerika Serikat, yang menurutnya tidak memiliki rencana jelas menghadapi skenario ini. “AS pada awalnya tampak tanpa rencana, dan sekarang mereka tidak tahu bagaimana keluar dari situasi ini,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada tanda-tanda bahwa inti rezim Iran terguncang. Sebaliknya, Teheran justru semakin merasa mampu memenangkan perang, memanfaatkan kompleksitas geopolitik dan jaringan sekutu regionalnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI