Kapal Induk Terbesar Dunia Rusak, AS Tarik Gerald R Ford dari Operasi di Timur Tengah

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 29 Maret 2026 | 02:47 WIB
USS Gerald R Ford (Anadolu/Getty Image)
USS Gerald R Ford (Anadolu/Getty Image)

SinPo.id -  Kapal induk terbesar sekaligus termahal milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, ditarik dari operasi di konflik Iran setelah mengalami serangkaian kegagalan teknis. Kapal senilai $13 miliar itu kini bersandar di Crete, Yunani, untuk menjalani perbaikan setelah hanya dua pekan bergabung dalam operasi di Timur Tengah.

Masalah yang menimpa kapal sepanjang 1.106 kaki ini bukan hal baru. Sistem sanitasi ramah lingkungan yang dipasang sejak 2020 kerap mengalami penyumbatan, dengan biaya perbaikan mencapai jutaan dolar. “Toilet ramah lingkungan itu tidak bertekanan sama seperti sistem biasa. Mereka tidak bisa menyiram dengan baik,” ujar pakar angkatan laut Steve Wills.

Kondisi semakin memburuk setelah kebakaran melanda area laundry pada 12 Maret, menyebarkan asap ke sejumlah ruang tidur dan membuat ratusan pelaut harus tidur di lantai. Senator Jack Reed menyebut, “Saya diberitahu ada 400 pelaut yang menghabiskan banyak hari tidur di lantai. Kapal ini sudah hampir setahun di laut, tekanan terhadap kru sungguh luar biasa.”

Senator Virginia Tim Kaine juga mengungkap keprihatinan atas kegagalan sistem sanitasi dan fasilitas laundry yang memperburuk kondisi mental serta fisik para pelaut. Ia menulis kepada Menteri Angkatan Laut John Phelan bahwa kru dan keluarga mereka “didorong ke titik puncak” oleh jadwal tak menentu dan standar hidup yang jauh dari layak.

Meski demikian, Armada ke-6 Angkatan Laut AS menyatakan kapal induk tersebut masih “sepenuhnya mampu menjalankan misi” dan akan menjalani penilaian serta perbaikan. Investigasi atas kebakaran kini tengah berlangsung.

Sebagai pengganti, USS George H W Bush dikirim menuju Mediterania untuk mendukung operasi, meski kapal itu menggunakan sistem sanitasi serupa. Situasi ini menambah sorotan terhadap kesiapan armada AS di tengah konflik yang terus berlanjut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI