Usai Arus Balik Lebaran, Kementerian PU Siap Benahi Rest Area Tol Trans Jawa

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:14 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penerapan one way di Tol Trans Jawa. (SinPo.id/dok. KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penerapan one way di Tol Trans Jawa. (SinPo.id/dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, sejumlah titik di berbagai tempat istirahat (rest area) Tol Trans Jawa akan dievaluasi atau diperbaiki setelah penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 selesai. Salah satunya pada rest area KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek yang masih memerlukan penataan dari sisi akses dan tata letak. 

"Ini akan kami tata ulang. Setelah arus balik, kami bentuk tim khusus untuk memperbaiki layout dan aksesnya," ujar Dody saat meninjau kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Trans Jawa, Sabtu, 28 Maret. 

Dody mengatakan, penataan ini juga akan dilakukan secara bertahap di rest area lain. Terutama yang memiliki keterbatasan fasilitas, guna mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, Dody menekankan pentingnya menjaga kondisi jalan tol tetap dalam keadaan laik fungsi selama periode arus mudik dan balik, termasuk percepatan penanganan kerusakan jalan.

"Kalau ada lubang, langsung ditangani. Maksimal 1x24 jam harus sudah ditambal agar tidak mengganggu arus balik," tuturnya. 

Kementerian PU melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melakukan pemantauan secara intensif di seluruh ruas Tol Trans Jawa, dari Merak hingga Semarang, serta memastikan penanganan cepat pada titik-titik yang terdampak cuaca maupun tingginya volume lalu lintas.

Sebagai dukungan tambahan, Kementerian PU juga mengoperasikan sejumlah ruas tol fungsional, di antaranya Jakarta–Cikampek II Selatan, Jogja–Bawen, Jogja–Solo, serta Probolinggo–Banyuwangi dengan total panjang lebih dari 120 kilometer.

Selain itu, dukungan operasional diperkuat dengan lebih dari 3.500 CCTV, 334 papan informasi digital, 209 unit pompa, serta 67 tim perbaikan jalan guna menjaga kondisi infrastruktur tetap optimal. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI