Dorong Edukasi Lewat Film, Pemprov DKI Ajak Anak Penerima KJP Nobar Pelangi di Mars
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan pemutaran film sebagai sarana edukasi publik dengan menggelar nonton bareng film Pelangi di Mars bagi ratusan anak penerima bantuan sosial. Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Rano Karno ini berlangsung di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Maret 2026.
Sebanyak 399 anak terdiri atas penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) serta warga binaan panti sosial ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Rano menilai pendekatan berbasis budaya populer dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai sosial.
“Film ini menyampaikan pesan positif tentang harapan, semangat pantang menyerah, kebersamaan dalam perbedaan, serta kepedulian terhadap lingkungan,” kata Rano dalam keterangan resminya dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.
Dia menegaskan, penggunaan film sebagai sarana edukasi merupakan bagian dari strategi membangun karakter anak di tengah tantangan perkotaan.
"Selain mendorong prestasi akademik, Pemprov DKI ingin menanamkan kesadaran lingkungan dan sikap inklusif sejak dini," ungkap dia.
Rano juga mengaitkan tema film dengan kondisi Jakarta sebagai kota multikultural. Menurut dia, nilai keberagaman dalam Pelangi di Mars sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan ruang tumbuh yang setara bagi seluruh anak.
“Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermimpi,” ujar Rano.
Di sisi lain, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap industri perfilman nasional. Rano mengapresiasi rumah produksi Mahakarya Pictures yang dinilai menghadirkan alternatif tontonan anak yang edukatif di tengah dominasi film komersial.
Pemprov DKI juga membuka kemungkinan memperluas akses film edukatif melalui fasilitas publik seperti Planetarium Jakarta. Dia menilai langkah ini penting untuk menjangkau lebih banyak anak dalam jangka panjang.
"Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga instrumen pembentukan karakter dan peningkatan kepercayaan diri anak-anak di Jakarta," tandasnya.
