Wapres AS JD Vance dan PM Israel Netanyahu Terlibat Perdebatan Soal Perang Iran

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:42 WIB
Benyamin Netanyahu (wikipedia)
Benyamin Netanyahu (wikipedia)

SinPo.id -  Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan terlibat dalam percakapan telepon yang tegang pada Senin 23 Maret 2026.

Menurut laporan Daily Mail, Vance menegur Netanyahu karena prediksinya tentang jalannya perang yang disampaikan kepada Presiden Donald Trump tidak terbukti. Netanyahu sebelumnya disebut meyakinkan Trump bahwa perang melawan Iran akan berlangsung cepat. Namun, hingga kini Gedung Putih justru mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Timur Tengah.

“Sebelum perang, Bibi benar-benar meyakinkan Presiden bahwa ini akan mudah, bahwa perubahan rezim lebih mungkin terjadi daripada kenyataannya,” kata seorang sumber kepada Axios. “Dan Wakil Presiden sangat jelas menanggapi pernyataan-pernyataan itu.”

Vance sendiri dikenal vokal soal keterlibatan AS di Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara awal bulan ini, ia menegaskan perang Iran tidak akan berubah menjadi konflik panjang seperti di Irak.

“Apa yang berbeda kali ini adalah Presiden sudah jelas mendefinisikan apa yang ingin dicapai, dan tidak mungkin,” ujar Vance dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Jesse Waters.

“Saya sudah mengatakan ini sebelum konflik dimulai. Saya ulangi lagi: tidak mungkin Donald Trump akan membiarkan negara ini masuk ke dalam konflik bertahun-tahun tanpa ujung yang jelas dan tanpa tujuan yang jelas,” tambahnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI