Pertemuan Prabowo dan Ray Dalio Bahas Arah Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 27 Maret 2026 | 18:42 WIB
Pertemuan Prabowo dan Ray Dalio di Istana Negara (SinPo.id/Biro Setpres)
Pertemuan Prabowo dan Ray Dalio di Istana Negara (SinPo.id/Biro Setpres)

SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto menerima salah satu penasihat Danantara, Ray Dalio, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas mengenai proyeksi penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk optimalisasi peran Danantara dalam mendorong perekonomian nasional.

“Siang tadi (27/3), Presiden Prabowo Subianto menerima Ray Dalio sebagai salah satu penasihat Danantara sekaligus tokoh penting dalam dunia keuangan internasional, di Istana Merdeka, Jakarta,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengungkapkan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut menitikberatkan pada potensi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam konteks ini, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya penguatan peran Danantara sebagai kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia, serta optimalisasi dan penguatan peran Danantara sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Seskab Teddy.

Dalam keterangannya, Seskab Teddy menjelaskan bahwa pembentukan Danantara oleh Presiden Prabowo pada tahun lalu merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan aset negara. Sebagai sovereign wealth fund, Danantara diharapkan mampu terus memperkuat kemitraan strategis dan meningkatkan kepercayaan di tingkat internasional.

“Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, dan bertindak sebagai Sovereign Wealth Fund, terus bekerjasama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan kekuatan Danantara di mata internasional,” pungkasnya.

Pertemuan ini menegaskan langkah Indonesia untuk tidak hanya bertahan, tetapi tampil sebagai kekuatan ekonomi baru dunia dengan strategi, kolaborasi, dan kepercayaan sebagai fondasi utamanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI