Komisi VII DPR Dorong Peningkatan Ekonomi Daerah Melalui Wisata Domestik

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 23 Maret 2026 | 11:19 WIB
Ilustrasi para wisatawan mengunjungi Kepulauan Seribu. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi para wisatawan mengunjungi Kepulauan Seribu. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id -  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan bila Lebaran menjadi momentum penggerak utama perputaran ekonomi daerah, mengingat mobilitas masyarakat meningkat dan adanya lonjakan wisatawan domestik.

Lamhot menyatakan kebijakan pemerintah dalam mengelola arus mudik tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

"Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat," kata Lamhot Sinaga dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.

Menurutnya, tradisi mudik mendorong konsumsi masyarakat secara luas, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama periode Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Dia mengatakan kondisi itu menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.

"UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal," kata dia.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan selain UMKM, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai akan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel serta kunjungan ke destinasi wisata lokal.

"Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.

Lamhot menyebut daerah dengan destinasi unggulan, baik wisata alam, budaya, maupun kuliner, berpotensi mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan di daerah tujuan wisata, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan.

Dia juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Bagi Lamhot, kebijakan rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi yang diterapkan pemerintah turut berkontribusi dalam memperlancar distribusi ekonomi selama periode mudik. 

"Semakin lancar mobilitas masyarakat maka semakin besar pula potensi perputaran uang yang terjadi," ucapnya.

Lamhot juga mengingatkan pelaku industri dan pariwisata untuk menjaga standar pelayanan di tengah peningkatan permintaan guna menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan domestik.

Dia berharap momentum Lebaran dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi di daerah. "Jika dikelola dengan baik, mudik Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI