Hujan dan Luapan Kali Picu Banjir, 46 RT di Jaktim
SinPo.id - BPBD DKI Jakarta mencatat puluhan rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur (Jaktim) masih terendam banjir hingga Minggu pagi, setelah hujan deras disertai luapan sejumlah kali memicu genangan di berbagai wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan meluapnya beberapa aliran sungai.
“Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Minggu, 22 Maret 2026.
Dia menyebutkan, hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 46 RT masih terendam dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 80 sentimeter. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kelurahan, dengan titik terbanyak berada di Ciracas.
Menurut Isnawa, banjir dipicu hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu petang.
Dia menyebut, kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tinggi muka air di beberapa pos pantau, seperti Pos Pesanggrahan, Cipinang Hulu, dan Krukut Hulu dengan status Siaga 3, serta Sunter Hulu yang sempat mencapai Siaga 2.
"Kenaikan status di sejumlah pos tersebut berkontribusi pada meluasnya genangan di kawasan permukiman," tutur Isnawa.
“Kenaikan tinggi muka air di beberapa pos pantau berdampak langsung terhadap genangan di wilayah Jakarta,” sambungnya.
BPBD DKI Jakarta, lanjut dia, telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait. Upaya yang dilakukan antara lain penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Selain itu, kata Isnawa, BPBD DKI mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam,” ujarnya.
Adapun data BPBD menunjukkan, genangan masih tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta Timur, antara lain Cilangkap, Munjul, Cibubur, Ciracas, hingga Cipinang Melayu.
