Klaim Kemenangan AS Dipertanyakan, Jet F-35 Terpaksa Mendarat Darurat Diduga Diserang Iran

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 04:54 WIB
Jet F-35
Jet F-35

SinPo.id -  Klaim kemenangan militer Amerika Serikat atas Iran kembali dipertanyakan setelah sebuah jet tempur F-35 Lightning II terpaksa melakukan pendaratan darurat usai diduga terkena tembakan Iran saat menjalankan misi tempur.

Insiden ini menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya menyebut bahwa sistem pertahanan udara Iran telah dilumpuhkan.

Menurut laporan jurnalis keamanan nasional CNN, Haley Britzky, insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Namun, sejumlah sumber menyebut bahwa tembakan Iran menjadi penyebab jet tersebut harus mendarat darurat.

“Selama beberapa minggu terakhir, Menteri Hegseth berulang kali menyampaikan dalam konferensi pers bahwa AS meraih kemenangan yang sangat menentukan,” ujar Britzky.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut kini dipertanyakan setelah muncul insiden terhadap pesawat tempur AS.

“Hari ini dia kembali mengatakan bahwa AS menang secara meyakinkan melawan Iran dan pertahanan udara mereka telah dilumpuhkan. Namun kita belum tahu pasti apa yang terjadi, dan jika benar Iran masih bisa menargetkan pesawat AS seperti ini, tentu menimbulkan pertanyaan soal efektivitas serangan tersebut,” lanjutnya.

Pilot Selamat, Insiden Diselidiki

Meski mengalami gangguan dalam misi, pesawat dilaporkan berhasil mendarat dengan aman dan pilot dalam kondisi stabil.

Jika terbukti terkena serangan Iran, kejadian ini akan menjadi pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat militer AS dalam konflik terbaru yang berlangsung sejak akhir Februari.

Sorotan terhadap Klaim Militer AS

Sebelumnya, Hegseth menyatakan bahwa serangan AS telah menghancurkan sebagian besar kemampuan pertahanan udara Iran, termasuk menurunkan secara signifikan serangan rudal balistik dan drone.

Namun, insiden ini memunculkan keraguan apakah klaim tersebut sepenuhnya akurat, mengingat Iran masih diduga mampu melancarkan serangan terhadap aset militer AS.

Situasi ini semakin menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah masih penuh ketidakpastian, dengan risiko eskalasi yang tetap tinggi meski kedua pihak saling mengklaim keunggulan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI