Ketua MPR Ajak Masyarakat Jaga Persatuan, Tak Terpancing Isu Sensitif
SinPo.id - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terpancing isu-isu sensitif. Khususnya, terkait konflik global yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional utamanya di momen Idulfitri 2026.
"Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu sensitif yang dapat memecah bela persatuan kita," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Muzani menyatakan rakyat Indonesia harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin bangsa, kepada pemerintah dan Presiden. "Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah," katanya.
Muzani menyebut sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah, negara Indonesia atas kepemimpinan Presiden Prabowo sangat responsif untuk berperan aktif menghentikan perang.
Meskipun implikasi atas sikap Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace (BoP) menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia.
Menurut dia, perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun, ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas bahwa sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi agar perdamaian bisa tercipta.
"Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaan," ujarnya.
Di samping dari itu, Muzani berharap dalam eskalasi geopolitik antara AS-Israel dengan Iran, negara-negara kawasan Teluk Persia dapat untuk menahan diri agar peperangan tidak bergejolak dan meluas.
Menurutnya, meredanya intensitas perang akan memberikan jaminan bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan aman dan damai. Oleh karena itu, Muzani mengimbau agar perang AS-Israel dengan Iran bisa dihentikan.
"Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idulfitri dengan aman dan damai," katanya.

