Anggota DPR Sebut Kebijakan WFH Langkah Efisiensi Energi Nasional

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 18 Maret 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi WFH (SinPo.id/ Pixabay)
Ilustrasi WFH (SinPo.id/ Pixabay)

SinPo.id - Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui menyebut kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang tengah dikaji oleh pemerintah sebagai langkah strategis efisiensi energi nasional.

Menurutnya, Menteri ESDM Bahlil Labadalia tengah mengkaji kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan harga minyak dunia yang menembus angka 100 Dolar Amerika per barel.

"Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penguatan pasokan energi, tetapi juga mulai memperkuat pengelolaan konsumsi energi secara lebih efisien dan terukur," kata Alfons dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Dia mengapresiasi langkah strategis Menteri ESDM dalam mengkaji berbagai opsi efisiensi energi, termasuk wacana WFH.

"Langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global," ujarnya.

Alfons menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari strategi yang komprehensif dalam menjaga stabilitas energi nasional. Khususnya, dalam mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi BBM di tengah tekanan global.

"Langkah ini penting sebagai bentuk mitigasi risiko sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah mulai memperkuat manajemen sisi permintaan energi, tidak hanya pada sisi pasokan," kata dia.

Alfons juga mendorong agar kajian kebijakan tersebut dilakukan secara komprehensif sehingga implementasinya nantinya dapat berjalan optimal, adaptif, serta tetap menjaga produktivitas nasional.

Selain itu, dia menilai upaya efisiensi energi seperti ini dapat menjadi bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, termasuk mendorong perubahan perilaku konsumsi energi masyarakat secara bertahap.

Wakil Rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Papua Barat itu menegaskan pentingnya setiap kebijakan nasional tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan pemerataan, khususnya bagi daerah yang masih membutuhkan penguatan akses dan infrastruktur energi.

"Kami berharap kebijakan efisiensi energi tetap memperhatikan kondisi daerah, agar seluruh wilayah, termasuk Papua Barat, tetap mendapatkan perhatian dalam pembangunan sektor energi nasional," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah sedang mengkaji sejumlah langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), salah satunya melalui opsi penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Menurut Bahlil, wacana ini masih dalam tahap kajian, namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan.

"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting," kata Bahlil beberapa waktu lalu.

Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global.

Thailand misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26-27 derajat Celsius.

Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI