Imbas Konflik Timur Tengah, Golkar Dorong Seluruh Program Pemerintah Dievaluasi

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 17 Maret 2026 | 16:57 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua DPP Golkar Zulfikar Arse setuju dengan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mengkaji pemotongan gaji menteri hingga DPR RI untuk menghadapi dampak konflik di Timur Tengah (Timteng). Semua program dan kegiatan yang digagas pemerintah bahkan perlu dievaluasi.

"Sebenarnya yang lebih menarik lagi itu, dalam keadaan seperti ini ya kita harus me-review semua. Tidak hanya pejabat negara atau anggota DPR, tapi semua. Tidak hanya gaji ya program juga. Kebijakan, program, kegiatan kementerian/lembaga yang semuanya didanai oleh APBN itu dalam keadaan seperti ini harus di-review semua," kata Arse di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurut Arse, rasionalisasi dan evaluasi harus dilakukan agar semakin efektif. Dia mendorong semua program, kebijakan, hingga kegiatan kementerian atau lembaga yang didanai APBN harus dilakukan review.

"Ya setuju, tidak hanya soal gaji tapi semua, semua. Jadi rasionalisasi dan evaluasi harus dilaksanakan supaya makin efektif lah penggunaan APBN itu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan beberapa negara telah melakukan langkah-langkah adaptif dalam menghadapi situasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah.

Prabowo kemudian mencontohkan Pakistan yang turut memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen. Prabowo menegaskan pemerintah tidak bisa memastikan situasi aman tanpa melakukan langkah-langkah proaktif.

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah," kata Prabowo beberapa waktu lalu.

"Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah. Mungkin Seskab ada slide untuk memberi tahu, berapa langkah. Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan," timpal Prabowo.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI