Polda Metro Jaya Bentuk Tim Gabungan Buru 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
SinPo.id - Polda Metro Jaya telah membentuk tim gabungan untuk memburu para pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus. Tim gabungan terdiri dari anggota Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri.
"Bentuk keseriusan Polri, kita sudah membentuk tim gabungan dari Polres, Polda dan juga Mabes Polri," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin, 16 Maret 2026.
Iman mengatakan, saat ini tim gabungan mulai melakukan analisis CCTV di sekitar lokasi dan juga saluran komunikasi yang ada di TKP kejadian.
"Ada 7 titik CCTV yang diambil dari ETLE dan 27 titik CCTV dari Diskominfotik dan Dinas Perhubungan dan bangunan disekitar jalur perlintasan pelaku," jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, kata dia, ditemukan fakta bahwa terduga pelaku berjumlah 4 orang telah mengintai pergerakan korban menggunakan 2 sepeda motor dari Jakarta Selatan.
"Dapat kami informasikan para terduga pelaku sudah mengikuti korban sebelum kejadian dimulai dari Jakarta Selatan menuju titik awal di Medan Merdeka Timur," ungkapnya.
Seperti diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibat kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 24 persen disebabkan reaksi peradangan dari cairan air keras yang mengenai kulit.
Luka akibat air keras itu terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.
