Ketua BISMA: Nyepi Momentum Penyucian Diri dan Harmoni dengan Alam
SinPo.id - Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948 bukan sekadar tradisi tahunan umat Hindu Bali, melainkan momentum spiritual yang sarat makna, mengajak manusia kembali kepada keheningan untuk membersihkan diri serta menata hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), John N. Palinggi menjelaskan, Nyepi merupakan salah satu peristiwa keagamaan yang sangat mendasar dalam kehidupan umat Hindu. Seluruh rangkaian ritual yang dijalankan bukan sekadar simbol, tetapi proses spiritual yang menuntun umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik.
"Perayaan Hari Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948 yang dirayakan umat Hindu di Bali, di seluruh Indonesia, bahkan di mana pun mereka berada, merupakan perayaan yang sangat mendasar. Semua tahapan ini mengajak kita masuk ke dalam hal-hal yang positif demi mencapai masa depan yang lebih baik," kata John Palinggi dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.
Nyepi diawali dengan serangkaian ritual sakral, termasuk Melasti dan Tawur Agung Kesanga, yang bertujuan menyucikan alam semesta dari unsur-unsur negatif. Umat Hindu kemudian menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama, yaitu Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.
"Selama Nyepi, umat Hindu pada dasarnya berpuasa selama 24 jam dan menghentikan segala aktivitas. Ini adalah saat manusia menata kembali batinnya," jelas John Palinggi.
Nyepi juga menjadi simbol toleransi antarumat beragama, dengan hampir seluruh aktivitas di Bali berhenti selama perayaan berlangsung.
Usai Nyepi, umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan tradisi saling memaafkan. Generasi muda biasanya datang kepada orang yang lebih tua untuk memohon restu, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menghormati nilai-nilai kehidupan.
"Dengan hati yang telah disucikan melalui Nyepi, manusia diharapkan mampu saling memaafkan dan hidup rukun. Inilah esensi dari kehidupan beragama," kata John, sosok yang pernah menerima penghargaan dari Puri Agung Singaraja, Kerajaan Buleleng, dalam kategori Environmental, Diversity, and World Peace, ini.
John menekankan bahwa perayaan Nyepi membawa pesan universal bagi seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya penyucian diri, persaudaraan, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
"Apapun agama kita di bangsa ini, setiap perayaan keagamaan pada dasarnya bertujuan membersihkan hati manusia. Kita meninggalkan yang buruk dan berusaha menggapai hal-hal yang baik melalui perubahan dari diri kita sendiri," katanya.
"Selamat merayakan Tahun Baru Saka 1948 bagi seluruh umat Hindu di Bali dan di mana pun berada. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan, sehat, dan melihat masa depan yang lebih baik. Om Shanti Shanti Shanti Om," tandasnya.
