Polisi Pemetakan Jalur Rawan di Jatim Jelang Mudik Lebaran 2026

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 02:05 WIB
Ilustrasi arus mudik Lebaran (SinPo.id/Dok. Astra Tol Cipali)
Ilustrasi arus mudik Lebaran (SinPo.id/Dok. Astra Tol Cipali)

SinPo.id -  Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kepolisian mulai memetakan sejumlah lokasi di Jawa Timur yang berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan pemudik. Pemetaan dilakukan terhadap jalur rawan kemacetan, kecelakaan, hingga titik kelelahan pengemudi.

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim) melakukan survei bersama sejumlah instansi terkait, seperti Jasa Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta Dinas Perhubungan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi, menjelaskan pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama periode mudik.

“Sebulan yang lalu kami sudah melaksanakan survei, ya bersama-sama dengan Jasa Marga, dengan PU, apa namanya, Kabupaten, Provinsi, Dinas Berhubungan, dan instansi lainnya terkait dengan potensi-potensi yang dimungkinkan akan menjadi satu, potensi macet, dua, potensi laka, tiga, titik lelah,” kata Iwan di Surabaya, Sabtu 14 Maret 2026.

Jalur Arteri Utama yang Dipetakan

Sejumlah jalur arteri utama di Jawa Timur menjadi fokus pengawasan karena diperkirakan dilalui banyak kendaraan pemudik, antara lain:

Jalur Pantai Utara (Pantura)

Jalur tengah Jawa Timur

Jalur selatan Jawa Timur

Kawasan Tapal Kuda

Jalur menuju wilayah timur Jawa Timur

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur arteri Tuban yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jalur ini kerap dilalui kendaraan logistik non-tol sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan.

Selain kondisi jalan, kepolisian juga mengidentifikasi hambatan samping seperti pasar tumpah. Di wilayah Madura, terdapat sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi memperlambat arus kendaraan.

Rest Area dan Tol Fungsional

Di jaringan jalan tol, kepolisian memetakan titik-titik rawan kelelahan pengemudi. Tercatat ada sekitar 27 rest area tipe A, B, dan C di Jawa Timur yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ruas tol fungsional Paiton–Situbondo sepanjang 26,6 kilometer akan dibuka terbatas selama Operasi Ketupat. Tol ini beroperasi pukul 06.00–16.00 WIB tanpa tarif.

Antisipasi Bencana dan Ramp Check

Kepolisian juga mengantisipasi potensi bencana di jalur wisata seperti Probolinggo, kawasan Semeru, dan Malang Raya yang berpotensi longsor akibat curah hujan tinggi menurut BMKG.

Selain itu, pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap perusahaan otobus di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur telah dilakukan.

Menurut Iwan, hingga saat ini belum ditemukan kendaraan yang tidak layak beroperasi. Pemeriksaan kendaraan dan awak bus juga akan dilakukan secara acak melalui checkpoint gabungan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI