Gubernur DKI Minta Warga Lapor RT dan RW Sebelum Mudik Lebaran
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta warga di wilayah Kepulauan Seribu yang berencana mudik pada libur Idul Fitri melaporkan keberangkatan mereka kepada pengurus lingkungan setempat.
Menurut dia, langkah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan hingga bencana saat rumah warga ditinggalkan kosong.
“Jadi saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta sampai dengan tingkat RW, RT, melakukan sosialisasi bagi semua warga yang akan mudik untuk melaporkan,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip Sabtu, 14 Maret 2926.
Pramono mengatakan laporan mudik diperlukan agar rumah yang ditinggal penghuninya tetap terpantau oleh pengurus lingkungan. Dengan demikian, kata dia, jika terjadi kejadian darurat seperti kebakaran atau banjir, respons cepat dapat dilakukan.
“Supaya ada yang bertanggung jawab kalau kemudian ini ditinggal pulang kampung. Jangan sampai seperti waktu yang lalu, kebetulan ada kebakaran atau juga banjir,” tutur dia.
Pramono mengatakan, potensi curah hujan pada periode Idulfitri masih berada pada kategori menengah. Selain itu, wilayah pesisir seperti Kepulauan Seribu juga berisiko mengalami kenaikan muka air laut atau banjir rob.
"Kondisi tersebut membuat pemantauan rumah kosong menjadi penting selama masa libur lebaran," ucap Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meluruskan pemberitaan mengenai program “Mudik ke Jakarta” yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI. Menurut dia, program tersebut bukan untuk mendorong arus urbanisasi masyarakat dari daerah ke ibu kota.
“Mudik ke Jakarta itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian di mana-mana datang ke Jakarta untuk mudik,” kata Pramono.
Dia menjelaskan program tersebut ditujukan untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata selama libur lebaran, terutama bagi warga yang tidak pulang ke kampung halaman.
"Pemprov DKI menyiapkan sejumlah insentif, seperti potongan harga tempat wisata dan diskon belanja di pusat perbelanjaan," ujar Pramono.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah provinsi juga akan menggratiskan layanan transportasi publik selama dua hari berturut-turut pada masa Idul Fitri.
“Termasuk yang sudah saya putuskan adalah untuk transportasi, dua hari berturut-turut kami gratiskan semua transportasi atau pelayanan publik yang menggunakan transportasi yang ada di Jakarta,” tandasnya.

