Iran Berpotensi Jadi ‘Republik Islam 2.0’ Usai Perang
SinPo.id - Kolumnis The Washington Post, David Ignatius, menilai Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan memperkuat posisinya di Iran setelah berakhirnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, meski kedua pihak pada akhirnya akan menandatangani gencatan senjata, kemenangan militer AS dan Israel tidak otomatis berarti keberhasilan tujuan politik mereka.
Ignatius menyebut Iran berpotensi berubah menjadi “Republik Islam 2.0,” dengan IRGC sebagai kekuatan dominan dalam pemerintahan.
Ia menekankan bahwa serangan udara yang ditujukan untuk melemahkan semangat rakyat justru kontraproduktif.
Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa serangan terhadap sekolah dan situs warisan budaya di Iran bisa memicu kemarahan publik yang semakin besar terhadap AS dan Israel.
Analisis ini menyoroti bahwa strategi militer semata tidak akan mampu mengendalikan arah politik Iran pasca-konflik.
