Gubernur DKI Dorong Perluasan Sekolah Swasta Gratis
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah provinsi memperluas program sekolah swasta gratis saat menghadiri buka puasa bersama warga di Masjid Raya Al Husna, Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam acara yang dihadiri tokoh masyarakat dan pengurus masjid itu, Pramono menyebut pendidikan sebagai kunci memutus rantai kemiskinan keluarga kurang mampu.
Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, akan menambah jumlah sekolah swasta yang mengikuti program pendidikan gratis.
“Tahun lalu baru mencakup 40 sekolah. Pada 2026 kami perluas menjadi 106 sekolah, dan tahun berikutnya akan terus kami tambah,” kata Pramono dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut dia, perluasan akses pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak Jakarta memiliki kesempatan belajar hingga jenjang tinggi.
Saat ini, kata Pramono, program Kartu Jakarta Pintar telah menjangkau lebih dari 700 ribu siswa. Sementara Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul telah diberikan kepada lebih dari 16 ribu mahasiswa, termasuk untuk studi hingga jenjang magister dan doktoral.
“Saya meyakini bahwa untuk memutus rantai ketidakberuntungan keluarga kurang mampu, pendidikan adalah hal yang paling utama. Karena itu kami memastikan anak-anak Jakarta memiliki kesempatan menempuh pendidikan setinggi-tingginya,” tuturnya.
Selain menyinggung program pendidikan, Pramono memanfaatkan momentum Ramadan untuk mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan. Dia menilai kegiatan buka puasa bersama menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan ini menghadirkan ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat yang sama untuk menjaga harmoni sosial di Jakarta,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi DKI menggelar haul ulama Betawi pada Juni mendatang di kawasan Monumen Nasional.
"Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengenang peran ulama dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Jakarta," imbuh dia.
Menurut Pramono, masjid juga diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial.
“Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong dan sinergi masyarakat serta pemerintah, kita bisa menjaga Jakarta tetap rukun dan damai," tandasnya.

