Korlantas: Contraflow-One Way Diterapkan saat Kendaraan Melintas Tol Capai 5 Ribu

Laporan: Firdausi
Jumat, 13 Maret 2026 | 13:27 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (SinPo.id/Dok.Polri)
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (SinPo.id/Dok.Polri)

SinPo.id - Kakorlantas Polri Irjen. Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa penerapan contraflow dan one way saat mudik dan balik lebaran akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.

"Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” kata Agus, Jumat, 13 Maret 2026.

Sebagai contoh, kata Agus, apabila volume kendaraan yang melintas di tol mencapai 5.500 kendaraan per jam, maka barulah akan diterapkan contraflow lajur pertama. Namun jika jumlah kendaraan meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, contraflow pun akan diperluas hingga dua lajur.

"Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal," pungkasnya.

Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah jalur wisata dan arteri. Di kawasan Gadog misalnya, akan diterapkan sistem one way menuju Puncak pada pagi hari saat akhir pekan dan dievaluasi kembali pada sore hari berdasarkan volume kendaraan.

Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor-Sukabumi (Bocimi) hingga sejumlah titik rawan kepadatan lainnya, termasuk kawasan wisata di Malang Raya dan simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur.

"Kami berharap melalui berbagai kesiapan pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar serta menghadirkan mudik aman, keluarga bahagia bagi seluruh masyarakat," terangnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI