Disarankan Trump Tak Ikut Piala Dunia 2026, Iran Pertanyakan Jaminan Keamanan
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyarankan tim nasional sepak bola Iran untuk tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2026 terkait keselamatan para pemain di tengah situasi konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
Pernyataan Trump muncul dua hari setelah dia memberi tahu Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa tim Iran tetap akan diterima untuk bermain di turnamen tersebut, meskipun kawasan Timur Tengah sedang dilanda perang.
“Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk ikut serta dalam Piala Dunia, tetapi saya benar-benar menyarankan mereka untuk berada di sini (AS), demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri,” tulis Trump melalui platform media sosial miliknya Truth Social yang dikutip pada Jumat, 13 Maret 2026.
Konflik yang memicu kekhawatiran tersebut bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Situasi itu menimbulkan tanda tanya mengenai kemungkinan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan bahwa isu tersebut turut dibahas dalam pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih awal pekan ini.
Dia menegaskan bahwa Trump menyampaikan Iran tetap dipersilakan mengikuti turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
“Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” kata Infantino.
Merespons, Tim nasional Iran mempertanyakan jaminan keamanan dari tuan rumah tersebut.
Melalui akun Instagram Iran menyindir pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang berpotensi dipertanyakan adalah negara tuan rumah apabila tidak mampu menjamin keamanan seluruh tim peserta selama turnamen berlangsung.
Dalam pernyataan resmi tersebut, tim nasional Iran menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan ajang internasional yang berada di bawah kewenangan FIFA, bukan ditentukan oleh individu atau satu negara tertentu.
Selain itu, Iran menegaskan bahwa mereka berhak tampil di Piala Dunia setelah memperoleh tiket melalui proses kualifikasi. Oleh karena itu, partisipasi mereka tidak seharusnya dipengaruhi oleh pernyataan politik dari pihak mana pun.
