Usai Tiga Bulan, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Dievaluasi

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 12 Maret 2026 | 18:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi tarif rute baru Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta setelah tiga bulan masa operasional. Selama periode awal tersebut, tarif perjalanan diputuskan tetap mengikuti skema Transjakarta reguler, yakni Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 setelahnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kebijakan tarif murah itu diterapkan sementara untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri.

“Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama tiga bulan ini. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi,” kata Pramono, Kamis, 12 Maret 2026.

Pramono mengakui beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah daerah untuk rute tersebut relatif besar. Menurut dia, hal ini karena jalur perjalanan yang panjang serta penggunaan armada baru yang disiapkan khusus untuk layanan tersebut.

Selain itu, lanjut dia, terdapat biaya operasional tambahan di kawasan bandara. Bus Transjabodetabek harus menanggung biaya parkir di terminal-terminal bandara.

“Pertama karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu tidak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah daerah membuka kemungkinan penyesuaian tarif setelah masa evaluasi. Kisaran tarif yang tengah dipertimbangkan berada di angka Rp10.000 hingga Rp15.000.

Kendati demikian, Pramono meyakini layanan tersebut tetap diminati masyarakat karena menawarkan biaya perjalanan yang jauh lebih murah dibanding moda transportasi lain menuju bandara.

Dia mencontohkan tarif bus Perum DAMRI menuju Bandara Internasional Soekarno–Hatta yang mencapai sekitar Rp80.000. Sementara tarif taksi dapat melampaui Rp200.000 dan layanan transportasi daring seperti GoCar rata-rata di atas Rp125.000.

“Dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI