Hadapi Ketidakpastian Global, Banggar Minta Pemerintah Pertajam Program Prioritas
SinPo.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah untuk mempertajam program prioritas di tengah dinamika dan ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah yang memicu efek rambatan terhadap perekonomian Indonesia.
"Pertama tentu kami berharap agar dilakukan penajaman program yang prioritas dan mendesak. Itu yang pertama, dan itu memang harus dilancarkan, namanya juga program prioritas dan mendesak," kata Said, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
"Namun terhadap program yang prioritas tapi tidak begitu mendesak, itu bisa dilakukan dengan tahun jamak," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah untuk melakukan penajaman subsidi. Pasalnya, banyak penyaluran subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran dan jumlahnya memcapai hingga 80 persen.
"Dari sejak 2017 Badan Anggaran DPR merekomendasikan agar pakai retina mata atau finger print bagi penerima subsidi. Kalau kompensasi banggar DPR tetap bertahan, khusus untuk kelompok menengah, wajib dipertahankan," ungkapnya.
"Tapi untuk kelompok atas dan industri, segera dihapus, ditiadakan, karena jadi beban, lemak bagi APBN kita," kata Said menambahkan.
Diketahui, memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran telah memunculkan efek menular terhadap perkenomian dunia, termasuk Indonesia. Sehingga perlu ada kebijakan untuk menekan dampak dari dinamika geopolitik global.
