Pramono Anung Tetapkan Logo Resmi Peringatan 5 Abad Jakarta
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan logo resmi peringatan lima abad Jakarta dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa, 10 Maret 2026.
Rapat itu juga membahas pelaksanaan program “Mudik ke Jakarta” serta kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Pramono mengatakan ketiga agenda tersebut menjadi prioritas pemerintah provinsi untuk memastikan pelayanan publik serta program pemerintah berjalan optimal selama Ramadan dan Idulfitri.
“Hari ini, Pemerintah DKI Jakarta mengadakan rapat dengan tiga tema utama, yaitu memutuskan logo 5 Abad Jakarta, program Mudik ke Jakarta, serta antisipasi arus mudik dan arus balik,” ujar Pramono dalam keterangan resninya, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, kata dia, pemerintah provinsi menetapkan satu desain sebagai logo resmi peringatan lima abad Jakarta. Menurut Ptamono, logo itu dipilih melalui proses sayembara yang melibatkan partisipasi publik.
"Dari berbagai karya yang masuk, panitia menyeleksi 10 desain terbaik, lalu mengerucut menjadi lima finalis sebelum menentukan satu desain pemenang," ungkap dia.
Adapun logo terpilih akan digunakan oleh seluruh organisasi perangkat daerah dan badan usaha milik daerah sebagai identitas berbagai kegiatan menuju puncak peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027.
“Kami telah memutuskan logo terpilih. Setelah ini saya meminta seluruh OPD, BUMD, dan pejabat di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta untuk membantu menyosialisasikan serta menggunakan logo tersebut sebagai identitas kegiatan dalam rangkaian peringatan 5 Abad Jakarta,” kata Pramono.
Dia menegaskan logo tersebut tidak menggantikan identitas visual resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sudah ada, melainkan menjadi simbol khusus untuk menyambut momentum lima abad Kota Jakarta.
Selain itu, lanjutnya, rapat juga membahas program “Mudik ke Jakarta” yang diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Festival Ramadan.
Pramono menyebut, program ini memanfaatkan kondisi Jakarta yang relatif lengang saat periode mudik untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan perdagangan.
“Kami meyakini mudik tetap terjadi dalam jumlah besar. Kondisi Jakarta yang lebih lengang justru bisa menjadi peluang ekonomi, khususnya bagi sektor pariwisata dan perdagangan. Mudik ke Jakarta ini adalah program yang baru pertama kali diadakan. Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati program ini,” tuturnya.
Lebih jauh, dia mengungkapkan, program dengan mengusung tagline “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang” dan menghadirkan berbagai paket wisata, rekreasi, belanja, serta hiburan selama libur Lebaran.
"Sejumlah pusat perbelanjaan juga menggelar program Ramadan Sale dengan potongan harga hingga 80 persen pada 4–31 Maret," ucap Pramono.
Sejumlah kegiatan turut disiapkan untuk menarik kunjungan masyarakat, antara lain Hijab Fashion Show di Tanah Abang pada 12 Maret 2026 serta Festival Eid Mubarak, Tabuh Bedug Kolosal, dan pawai obor pada 19 Maret 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

