Komisi XI DPR Minta Kenaikan Harga BBM jadi Opsi Terakhir Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 10 Maret 2026 | 18:53 WIB
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah berhati-hati dalam merespons imbas dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga BBM harus menjadi opsi paking terakhir.

"Saya minta kalau bisa opsi itu paling akhir. Bukan terakhir, paling akhir. Paling akhir," kata Misbakhun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut dia, Komisi XI DPR RI juga akan memanggil Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas hal tersebut. Sebab, ada situasi global yang jadi tidak menentu akibat perang.

"Kita akan agendakan itu. Kita akan agendakan itu. Tapi kita lihat ini kan suasananya masih dalam situasi ketidakpastian di awal. Reaksi-reaksi itu kan semuanya masih sifatnya sangat tidak tetap, masih volatile," kata dia.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga berharap eskalasi konflik di Timur Tengah akan mereda, mengingat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mulai melunak. Dia mengatakan harga minyak hari ini tidak mengalami kenaikan ekstrem.

"Jadi kita mudah-mudahan dengan tadi pagi pidatonya Trump juga mulai agak melunak dan situasinya mudah-mudahan dalam waktu dekat juga akan mereda. Buktinya hari ini minyak kembali mendekati ke 80, tidak terlalu ekstrem," kata dia.

Di samping dari itu, Misbakhun meminta pemerintah merespons setiap situasi dengan terukur. Negara tidak boleh memberikan reaksi yang berlebihan dalam merespons setiap kejadian.

"Jadi kalau menurut saya, kita respons kita harus terukur. Wait and see. Jangan kita langsung setiap gerakan diberikan reaksi. Kita harus lihat seperti apa kejadiannya, respons berikutnya seperti apa," tegas Misbakhun.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI