Iran Janjikan Kapal Bisa Lewat Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Duta Besar Israel–AS

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:52 WIB
Ilustrasi kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (SinPo.id/istockphoto)
Ilustrasi kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (SinPo.id/istockphoto)

SinPo.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan tawaran kepada negara-negara yang ingin diberikan kebebasan penuh melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Menurut media pemerintah Iran, seperti dikutip Investinglive.com, IRGC menyatakan bahwa setiap negara-negara yang mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayahnya akan diberikan wewenang dan kebebasan penuh untuk transit melalui jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia tersebut.

"Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok," kata IRGC dalam pengumumannya pada Senin, 9 Maret 2026.

Pernyataan ini merupakan bagian dari upaya Tehran untuk menekan negara lain agar mengambil sikap politik melawan Washington dan Israel, di tengah konflik yang semakin meluas dan menarik kawasan ke dalam konfrontasi yang lebih besar.

Seperti diketahui, Selat Hormuz ditutup sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara skala besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Selat Hormuz terletak di antara Iran dan Uni Emirat Arab/Oman, menjadi jalur utama ekspor minyak dari Teluk Persia. Sekitar seperlima minyak dunia yang dikirim melalui jalur laut melewati selat sempit ini, menjadikannya salah satu titik rawan yang paling diperhatikan di pasar energi global.

Perang yang terus berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel telah mendorong lonjakan harga minyak hingga melebihi USD 100 per barel. Penyebabnya tidak hanya karena penutupan Selat Hormuz, tetapi juga perlambatan produksi minyak di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Dia mengancam akan "menghantam" Iran puluhan kali lebih keras jika pemblokiran aliran minyak melalui jalur perairan strategis itu terus berlanjut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI