Pramono Serukan Solidaritas Sosial Hadapi Ketidakpastian Global

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan pentingnya solidaritas sosial dan gotong royong untuk menjaga ketahanan masyarakat di tengah ketidakpastian global. 

Hai itu Pramono sampaikan saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat 

Menurut Pramono, situasi global yang bergejolak berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk perekonomian. Karena itu, ia menilai masyarakat dan pemerintah daerah perlu memperkuat kebersamaan untuk menjaga daya tahan sosial.

“Sekarang ini kondisi global sedang tidak baik-baik saja. Kita semua harus berpikir bagaimana daya tahan kita sebagai bangsa tetap kuat,” kata Pramono dalam keterangann resminya Selasa, 10 Maret 2926.

“Kebersamaan, gotong royong, dan saling mempercayai menjadi kata kunci bagaimana kita sebagai bangsa besar menghadapi situasi ini," sambungnya. 

Dia juga meminta jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat menjaga solidaritas di tengah potensi tekanan ekonomi global, seperti kenaikan harga komoditas dan perubahan rantai pasok.

“Jika konflik global berlangsung lama, dampaknya tentu besar terhadap perekonomian. Untuk itu, kita perlu menjaga kebersamaan dan solidaritas,” ujar Pramono.

Dalam kegiatan yang sama, kata dia, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar program donor darah selama Ramadan dengan target 6.700 pendonor. 

Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat daerah, TNI, kader PKK, kader dasawisma, pengelola RPTRA, hingga komunitas olahraga dan wartawan.

Selain itu, Pramono meresmikan Ruang Paseban Betawi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Dia menyebut ruang tersebut sebagai simbol upaya menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

“Ruang ini tidak hanya menjadi tempat bermusyawarah, tetapi juga simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat,” kata Pramono.

Dia juga mengapresiasi sejumlah inisiatif sosial di Jakarta Barat, termasuk rencana operasi mata dan operasi katarak yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Adapun proogram tersebut digagas bersama Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.

“Kami akan mendukung apa pun yang dilakukan PMI dan semua pihak untuk kebaikan masyarakat Jakarta,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI