Legislator: Isu Stok BBM Hanya untuk 20 Hari Perlu Dipahami Secara Tepat
SinPo.id - Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto mengatakan isu mengenai stok BBM nasional yang sering disebut hanya cukup untuk sekitar 20–30 hari perlu dipahami secara tepat oleh masyarakat.
Menurutnya, angka tersebut bukan merujuk pada cadangan energi nasional, melainkan pada kapasitas penyimpanan (storage) BBM yang dimiliki Indonesia.
“Stok sekitar 24 hari itu bukan berarti kita hanya memiliki BBM sebanyak itu, tetapi itu adalah kapasitas penyimpanan yang kita miliki,” kata Firnando, dalam keterangan persnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Terlebih pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional agar dapat menampung stok yang lebih besar. Namun, pemerintah perlu melakukan diversifikasi sumber impor energi dengan tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah.
“Pembelian impor energi juga dilakukan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan negara lain, sehingga pasokan tetap bisa terjaga,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Firnando, potensi kenaikan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik tetap perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada anggaran negara, khususnya terkait subsidi energi.
“Kenaikan harga minyak dunia pasti akan berdampak pada APBN karena adanya subsidi energi. Karena itu strategi antisipasi harus disiapkan dengan matang,” tuturnya.
Terakhir, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap isu kelangkaan BBM. Karena pemerintah bersama BUMN energi terus memantau kondisi pasokan energi nasional agar tidak terjadi kelangkaan.
