Pemprov DKI Kerahkan 1.200 Pompa untuk Atasi Banjir

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 08 Maret 2026 | 22:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 1.200 unit pompa pengendali banjir untuk menangani genangan setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026, hingga Minggu. Langkah itu dilakukan sebagai upaya percepatan penyedotan air di sejumlah titik rawan banjir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah telah dilakukan sejak malam sebelumnya, terutama dengan Dinas Sumber Daya Air.

“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.

Pramono menjelaskan total pompa yang dikerahkan terdiri atas 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi serta 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai kawasan rawan banjir.

Menurut dia, penyedotan air terus dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak genangan, termasuk di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta beberapa ruas jalan utama lainnya.

“Penyedotan air terus dilakukan, antara lain di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta sejumlah ruas jalan utama lainnya,” tuturnya. 

Pramono menuturkan intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya tergolong sangat tinggi. Dalam satu hari, curah hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan harian.

“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” imbuh dia. 

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Dalam jangka menengah, pemerintah provinsi berupaya memperkuat pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai di beberapa wilayah, di antaranya Kali Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.

“Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan,” ujar Pramono.

Adapun berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta hingga pukul 17.00 WIB, banjir tercatat merendam 74 rukun tetangga (RT) serta menggenangi 15 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 15 sentimeter hingga 1,2 meter di beberapa titik.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI